Pages

Monday, December 31, 2012

Untitled

Who cares?

   Who cares?
       Who cares?
          Who cares?
               Who cares?
                   Who cares?
                        Who cares?
                            Who cares?
                                  Who cares?
                                         Who cares?
                                                  Who cares?
                                                           Who cares?
                                                                   Who cares?
                                                                             Who cares?
                                                                    Only You, did!

Tuesday, December 25, 2012

Surat Buat Made


Lot, Desember Dua Ribu Sepuluh,
Mimpi itu bercermin pada rapuh,
Tak sadar bila wajahnya melepuh,
hatinya tinggal separuh.


Malam ini malam natal,
Para katak tampak berdiam diri di balik bantal,
Sedangkan hidup masih saja dipintal,
Seperti benang kusut, bikin mual.

Melayang saja mimpi terinjak-injak,
Terbawa angin dalam sajak,
Melalui senja yang terus terisak,
Aku bernafas dalam sesak.

Made, Aku bersama senja menemukan mimpimu di balik karang,
Di tumpukan rindu yang kian menjulang,
Kamu tak usah khawatir,
sebentar lagi juga hilang.

#RandomThought



i was seeing people curse the other to make themselves win with no fair play, is like a bullshit.
then i was seeing a long march of ants, it made me thought that most people wouldn't learn from the ants, from the others.
how they can help each other, no selfish, no negative thought, and will not be no worries.
seeing ants, seeing peace, seeing ants, seeing wins.

Tuesday, December 18, 2012

semacam basa-basi

halo, selamat malam kalian. aku pengen nyampah, karena sejatinya aku adalah sampah.
sampah yang mendaur diri, tapi selalu berhasil dicaci-maki, dibuang lagi tanpa basa-basi
seakan benar adalah salah, dan salah tetap saja salah.
idiot yang dirasa tinggi, dirasa tak pantas dihargai.

Selalu saja teranggap sebagai remah-remah yang tak tau diri.
tak pernah dinilai lebih dari satu sen dibandingkan dengan satu trilyun.
adil saja, Tuhan Maha Adil.
sampah selalu percaya bahwa mereka bermakna,
namun terkadang tidak dengan orang sekitarnya.

Coba tanyakan kata hati,
bahwasannya kami berarti.
bahwasannya kami bekerja keras bertubi-tubi.
bahwasannya kami menyayangi.
kalian yang tak pernah menghargai

mari menari bersama kami,
merasakan nostalgia senja kepada pagi,
tak usah takut gelap,
karna sampah tak pernah lelap.
terjaga pada makna yang diludahi caci maki.

Selamat malam, dan selamat bermimpi menjadi simetri.
bermimpi menjadi lelaki,
dengan ego sendiri-sendiri.
selamat malam.

Sunday, December 9, 2012

oentoek negeri ini

Desember,
saya mencari shaver,
berkelana di padang mashver melintasi atmosfer,
terguling pada batu ka-fa-ro,
namun tak bertemu selayang jemu.

berjalan kembali menuju tepi,
tepi mimpi teranastesi,
hanya jatuh,
kemudian runtuh rindu yang rapuh.

tak bisa kitorang jera?
sa su jera.
sa su menjanda sejak lama,
sejak sajak segumpal senja,
sejak soe-hatta menggema.

kapan negeri ini berjodoh?
kapan eksvosheva berkawan dengan tenang?
nihil,
sa terbangun dan tiba januari.
terlalu cepat waktu berlari.

Wednesday, November 28, 2012

Hey, Aku Punya Sesuatu...

Hey, aku punya sesuatu.

Aku bilang hidup itu menyenangkan,
tak perlu melulu memikirkan polutan
hinggap saja pada dahan,
lalu terbang ke kazakhstan

tak perlu mengusir gelap,
anggap gelap adalah ucap,
malam kepada bulan untuk menemani walau sekejap.

hidup itu menyenangkan,
seperti permen yang terjatuh lalu kuambil dan kumakan lagi dengan tawa,
teman kepada canda yang menggema.

kenapa terlalu serius, kenapa terlalu harus,
padahal itu adalah arus.

seharusnya dunia berhenti berputar saja,
lalu berbalik arah sehingga muda kembali seketika.
senang kembali seperti semula,
beban tak lagi berburuk sangka.

Aku kenal pensil itu,
pensil warna yang dulu aku gigit-gigit sambil berpikir.
tak merasa memilih warna adalah beban,
yang kutau aku memilih agar gambarku terlihat menyenangkan.
aku pikir, sesederhana itu seharusnya aku berpikir.

Yogyakarta, 28-11-2012

Friday, November 23, 2012

Selamat Malam

Selamat malam,
selamat apa yang dikata bulan menjadi suram.
Selamat apa yang disangka ingin menjadi dingin.
Selamat apa yang dirasa berkat menjadi sesat.

Seharusnya si kecil pejam,
namun ia terima bungkam daripada tersesat pada kelam.
Malam menjadi teman, siang menjadi musuh bebuyutan.

Keram, kaki tak bergerak sehingga karam.
Tenggelam kaku dalam lihai kesibukan.
Andai si kecil bisa mengganti siang menjadi malam, dan malam disulap menjadi siang.
Kaki-kakinya tak akan selelah katak setelah hujan.

Sekarang siang terlalu bising, terlalu ramai hingga semut-semut merasa terasing

Kenapa semua menghukum sepi, meninggalkannya seakan mereka teracuni.
Kenapa semua membela bising, mengagungkannya seakan mereka tak terasing.

Aku bertanya pada semut dan kunang-kunang,
Mereka memihak pada malam.
dan aku juga.

Sunday, November 18, 2012

#Ranu Pane

Ranu,
Membeku,
Selintas karma yang menerjang bulan malam itu,
Diserang ketiadaan yang tergores belati palsu.

Ranu,
Diadu,
Sepertinya Bapak itu menginginkan seutas rindu pada kamu,
Namun hanya termangu selaksa malu sabtu lalu.

Ranu,
Teriring pada binasa,
Aku ingin tiba kala senja,
Kala mentari hanya ingin tersenyum saja.

Ranu,
Tenang dalam ingin,
Ia terlena, namun semua hanya mungkin,
Hanya selusin kata miskin.

Ranu,
Tunggu kami dalam senang,
Dalam rindu dan juang,
Demi kita dan semestinya.

Malang, 17 - November - 2012 -kij-

Thursday, November 15, 2012

#Ansinambung

Setelahnya sebelum sirna
radang membuang jumpa
sebelumnya setelah tiada
rindu terjulang pada hampa

papa,
ibu menunggu hari lalu
menelisik waktu menembus haru
aku hanya bisa diam termangu dalam ragu

serasa haram rindu yang remuk redam
disangkal banyak mata yang terhadang terendam
mengapa tak paham?
mengapa selalu saling menyalahkan?

hari lalu, hati ini bertemu semak
paham memang tak selamanya jamak
balada tuak dalam suak
terdiam sejenak menunggu dirusak

hingga tak selamanya sama
batu tersemat pada dada yang terganggu rasa
sehingga jingga menjadi abu seketika
selamanya luka tak selama lusa


waktu berjumpa
tak selalu berbuah asa
dalam malam gelap
tersirat nada beralun pelan saja

nada itu membentuk harmoni,
yang tak mudah membentuk simphoni
dalam hidup tak selamanya sinergi
dalam mati tak semuanya punya hati

hari ini diam adalah emas
mungkin lusa diam menjadi rongsokan cemas
dan gerimis tiba-tiba menjadi deras
tak pernah selaras.

Yogya, 15 November 2012 -kij-

#Rens

kataku kamu itu sinar,
sepancar mercusuar,
selalu binar,
pada jiwa yang tersesat di semak belukar.

kataku kamu itu warna,
pada senja yang tak sia,
mendung tak berani,
petir tak punya nyali.

kataku kamu itu pelangi,
pada pagi,
burung menari-nari,
sembari berbagi suka hati.

kataku kamu itu ranu,
pada gurun penuh debu,
sehingga malu-malu,
mati saja aku.

Wednesday, November 14, 2012

#Hi I'm an engineer

video
This is one of my favorite videos :)


#Sursol

Butuh gelandang di belakang penyerang, dan butuh defender di belakang gelandang.
selalu butuh troposfer dibawah mesosfer dan stratosfer.
dan butuh kulit yang keras sebelum menemukan segarnya air kelapa muda.

Monday, November 12, 2012

#Lihatlah Puncak Semakin Dekat

I just saw the top of the goal
Lihatlah, puncak semakin dekat.
butuh motivasi untuk mencapai target tinggi. melalui proses tanpa henti dan menikmati tanpa peduli keluh kesah melanda hati. butuh kebohongan dan mimpi kepada diri sendiri untuk menyadarkan kita bahwa "Puncak sudah dekat, puncak sudah dekat".
Saya namakan itu, "Cambuk Kebohongan" , atau kebohongan yang dapat memacu diri kita ke tempat yang lebih tinggi lagi.... lebih tinggi lagi... dan lebih tinggi lagi, sampai akhirnya kita menginjakkan kaki di puncak. hingga lidah hanya bisa berdecak.
Keluh adalah musuh, dan kesah adalah hama yang pantas dibumi hanguskan. Hama yang mengganggu panen keberhasilan masing-masing dari kita.
langkah kecil sangat berpengaruh pada hasil. melangkah kecil satu pesatu lebih baik daripada berhenti dan diam pada pikiran-pikiran negatif yang melanda. Saya rasa kalian pasti bisa.
Teman dalam berjalan juga dibutuhkan, tanpa teman tak ada motivasi dan saling memotivasi. saya mengeluh, teman menepuk bahu dan menyemangati. teman resah, kita julurkan tangan kita menolong mereka dari jurang    patah hati.
Saya bukan menggurui, karena saya bukan, S.Pd. hanya memotivasi diri dan mencoba berbagi. siapa tau, sampah ini masih bisa berguna dengan kalian mendaur ulangnya.


Yogya, 12 November 2012. -kij-

Sunday, November 11, 2012

#Jatayu

"Rahwana, mau kau bawa kemana Dewi Shinta?" , Sayap Jatayu mengepak keras hingga bumi menjadi getas.
"Hahahaha, dia milikku, Jatayu. Kau tak usah ikut campur kalau tak mau mati!!" Gertak Rahwana menggelegar sampai astinapura.
Jatayu tak gentar, kakinya tak kenal gemetar, sayapnya mengepak kekar menyelamatkan Ratunya. Pertarungan antara dua kekuatan besar tak bisa dielakkan, tak bisa dihindarkan.
Namun, apa daya, diantara yang kuat, selalu ada yang terkuat. Diantara berdaya, selalu ada digdaya.
Bulu biru yang indah itu berjatuhan satu-satu, menghujam bumi menghancurkan batu-batu. Jatayu kini layu. dihantam gada rahwana, ia terjerat dalam rindu masa lalu.
"Mati Kau, Jatayu!!"
_________________________________________________________________________________
Gelap...., Jatayu berada dalam gelap. Dimana Ratuku? Dimana Ratuku? Dimana Ratuku? Dimana Cintaku?
"Sesungguhnya, Aku mencintai Shinta. Melebihi apapun juga di dunia." Paruhnya bergerak pelan. berpesan pada alam. pada tempatnya terhujam...... hingga pejam.
Lalu tubuhnya menngkristal, menjadi intan yang teramat indah hingga rumput-rumput terperanga, hingga kupu-kupu malu menyembunyikan sayap-sayapnya. Jatayu berakhir demi cintanya, demi kasihnya yang tak mungkin hingga.

Yogya, 11 November 2012. -kij-

#Three of Us

First, we just dreamers
Until we reach the dreams and become winners

Thursday, November 8, 2012

#Terserah

Terserah kamu bilang aku sampah,
aku tak peduli karena aku mendaur dan berbenah.
Terserah kamu mau bilang aku benalu,
yang penting aku tau hidup tak melulu tentang merasa nomor satu.
Terserah kamu mau bilang aku menjijikkan,
aku hanya bilang bisakah kamu membantah takdir Tuhan?

Aku hanya tak bisa mendengarkan ocehanmu,
sedang kataku disimpan rapat dalam semu.
kakiku lesu, tak mampu menahan ragu dalam setiap nafas palsu.
terlalu berat sehingga cahaya tak tampak nyata.
hanya gelap.

Aku tuli, bisu, buta, dan tak bisa sepertimu.
berlari-lari mengejar kumbang ditengah padang,
bekejar-kejaran dengan pejar bintang hingga pejam.

aku rasa kamu tak mengenal cinta,
tak bisa menerka harga di setiap nafas yang diberikan oleh-Nya.

kamu tahu
dalam buta, aku melihat indah andromeda,
dalam buta, aku melihat mahanya bimasakti dan tata surya.
dalam buta, aku melihat lambaian tangan menuju surga.

Wednesday, November 7, 2012

"Kepada Puteri Kecil di Tengah Malam"

Selamat malam hujan, selamat malam mimpi mendung yang berantakan.
aku pernah berjanji pada seorang puteri kecil yang dekil.
berjanji menulis cerita ketika ia telah tumbuh dewasa.

puteri kecil itu suka menyanyi. diiringi warna pelangi, ia juga menari.
ia suka sekali dengan mawar warna-warni.
pernah ia memintaku mencari mawar warna ungu,
tapi yang kuberi hanya sepatah kata jemu.
puteri kecil itu suka berlarian,
tapi yang kuberi hanya sepasang kaki palsu.

aku pernah bertanya pada malam yang sendirian.
kapan aku bisa bertemu dengan puteri kecil itu.
namun malam hanya diam dan memberiku senyum palsu.
senyum pemberi harapan seperti masa lalu.

diantara semak, ilalang menghilang,
tertutupi pohon oak yang tumbuh bersamaan.
kupu-kupu beterbangan, mereka bekejaran seolah satu sama lain adalah cita.
cita dan cinta.

ketika duka,
katanya, ia sedang terjatuh pada jurang yang sama.
namun yang kuberi hanyalah tali usang yang sia.

ini adalah cerita tentang puteri kecil yang suka camilan.
beberapa waktu lalu ia juga pernah bercerita tentang siberian.
namun yang bisa kuberi hanyalah angan.

Wednesday, September 12, 2012

"Pada Suatu Ketika"

"Kalian dengar itu?" kata Ibu mencoba menakuti sesosok kecil yang tubuhnya gemetaran. ketakutan. Ibu hanya mencoba berbagai cara membuat si kecil tertidur, tetapi tak berhasil.
"Bagaimana bisa aku tertidur sedang Bapak sendirian di luar sana? Di dalam peristirahatan terakhirnya". Si Kecil menjerit dalam hati karena ia tak bisa mengungkapkan kata hatinya dalam bentuk suara. "Ibu, maafkan anakmu yang tuna wicara."
Setetes demi setetes air mata Ibu terjatuh pedih diatas 'amben'. Tempat tidur yang terbuat dari bambu sedang alas seadanya. Ingin rasanya Si Kecil mengusapnya dan berkata "Ibu, jangan menyerah pada keadaan. Ibu tidak sendirian."

Yogya, 12 September 2012.
Sakti Aji Nugroho

Wednesday, August 8, 2012

Senja

Aku selalu suka membicarakan kata ini. Satu kata yang jiwanya mimpi. Seolah kita memasuki dimensi lain pada ruang dan waktu berbeda. Ditemani secangkir kopi, maknanya membabi buta.
Aku terjatuh pada senja, melenguh pada kiasan padahal tak diajarkan. Selalu saja rindu pengganggu-pengganggu kecil penunggu rayu.
Setiap awan yang bergerak adalah arak. Yang memabukkan kemudian candu. Setiap kehidupan tenggelam seperti mereka tau akan kemana. kemudian gelap.
Kadang aku tak peduli dengan Aldo yang berlarian mencoba menendang bola sekeras-kerasnya namun kenyataannya pelan tak sesuai prediksi. "Anak ini bandel sekali" omel Mama.
Kuteruskan memandangi langit jingga yang hanya terjadi pada saat ini. Dengan secangkir kopi itu tentunya.
Teriakan aldo mulai hilang, digantikan kicauan indah yang memanggil pada Ilahi. Bersahutan. Mama hilang, Aldo hilang, papa belum pulang. Tinggallah aku dan secangkir kopi pada sejuta harapan di jagat raya kepala. Kemudian hilang.

Yogya, 8 - Agustus - 12

Thursday, August 2, 2012

Antara

Antara adalah sekat ruang, menunggu dipersempit, atau diperlebar tanpa batas. Antara adalah sekat waktu, menunggu diperlambat atau dipercepat seperti kilat. Antara adalah sejauh-jauh jarak terdekat atau sedekat-dekat jarak terjauh.
Terkadang seperti Moskva - Washington, atau Yerusalem - Mekkah. Antara, dipersepsi iman dan histori.
Tuhan menciptakan antara untuk dinikmati ruang dan waktunya, entah itu sejauh Pak Layo dengan putra pertamanya, ataupun sedekat Mak Malapit dengan putri bungsunya. Berjalan kaki, atau menghilang seperti cahaya.
Coba bayangkan jika terdapat antara pada akar dan batang, maka sari-sari makanan tak akan sampai pada daun dan buah, tak akan ada lagi asmara jika terdapat antara pada sepasang manusia.
Antara adalah persepsi. Jakarta - Berlin terkadang terasa hampir. Keparakan - Brontokusuman terkadang terasa masih lama.
Namun terkadang tanpa antara, hidup terasa terasa senada. Terasa seriosa tanpa falseto.
Tanpa antara tak akan tercipta rindu yang nyata.

Yogyakarta, 2 - JULI - 2012.

Thursday, July 19, 2012

Semenit Kicauan Burung Pipit

Sudah semenjak lama nafasku tak pernah kutiupkan membentuk melodi dan harmoni tentang harapan. Sudah semenjak lama pula nadi tak berdesir mengikuti air yang mengalir, sedang sayap-sayapku tak pernah seringan dulu.
Aku rindu pada kicauan itu. Kicauan sederhana yang maknanya membabi-buta. Di setiap pagi pada ranting kering yang patah di ujungnya.
Kapan kamu pulang? kapan senyummu datang? kapan gelap rinduku menerang?.
Aku rindu harmoni itu, pada dahan dan angin serta gemercik air mengalir, harmoni yang menerima hingga akhir.

Yogya, 19-07-2010

Wednesday, July 18, 2012

Aku (?)

Ini bukan "Aku" pada bait chairil anwar yang jiwanya masih terasa hingga sekarang.
Tetapi ini adalah kata tanya pada Tuhan tentang jatidiri yang kian hilang.
Aku semakin blur, Semakin semu diantara ilalang yang bergoyang.
Apakah aku sebuah gunung garang yang berdiri gagah perkasa,
atau hanya seonggok sampah yang tak diindahkan orang.

Ini bukan "Aku" pada kamu.
atau "Aku" sapaan orang pertama tunggal.
ini "Aku", Tuhan.

Setidak-tidaknya iya, dan seiya-iyanya tidak.
semakin hari semakin terbang.
apakah akan tertutup awan atau melintang atmosfer dengan tenang.
"Aku" terasa sangat saya.
 terasa sangat maya.

Sunday, July 8, 2012

Jika hidupku sebuah buku.

Jika hidupku sebuah buku, maka kamu adalah paragraf yang kugarisbawahi dengan pena.

Jika hidupku sebuah buku, maka kamu adalah halaman yang kutulisi harapan.

Jika hidupku sebuah buku, maka kamu adalah halaman selanjutnya pada bab yang berjudul cinta.

Jika hidupku sebuah buku, maka kamu adalah sebuah kalimat yang maknanya ku hafal dalam-dalam.

Friday, May 18, 2012

SPRECARE

Aku suka semua yang tertuju pada logika, tapi aku tak suka semua yang terbentur pada rasa.
malam ini, malam semu yang gelapnya membabi buta.
pada bulan, aku berkorban.

setiap rasa yang tumbuh pada logika, tak akan lama.
karena rasa tak pernah mengenal logika.
semuanya akan terasa maya.

waktu adalah sesuatu yang paling tentu.
tak akan kembali dan tak akan terulang lagi.
waktu tak pernah memaafkan setiap kesalahan yang kita lakukan.
tak pernah, tak akan pernah.

lihatlah ia, dengan apa yang meneduhkanmu padahal itu semu.
dan lihatlah aku, dengan apa yang ada, padahal itu nyata.
rasa itu nyata. tak usah dilogika.

logikamu menghendaki maut pada jurang yang merenggut.
bukan pada cinta realita.

ini bukan puisi cinta, melainkan puisi remuk yang terbuang dan sia.
terperosok seperti sampah meyeruah.
jika tak percaya, tanya saja pada adzan yang mengingatkanmu akan Tuhan.

Tuesday, March 27, 2012

Sahabat-Sahabat sampai Akhir Hayat

dulu kita seperti gerbong kereta yang kemana-mana selalu bersama.
terkadang Nanda lokomotif dan Aku masinisnya.
dan Manggala pura-pura jadi relnya.
kemudian Wisnu mengatur perlintasan kereta dengan rapinya.
Jaza dengan gemuruh mencoba menjadi klakson keretanya.

tujuan kita berbeda.
dimana tempat yang bernama CITA-CITA itu berada.
Nanda ke Milan, Manggala ke Paris, Jaza ke Barcelona, dan Wisnu tersohor di Amsterdam.
namun pada saatnya kita bertemu di Stasiun Tugu suatu masa.

dengan wajah gembira, kita saling tertawa.
menertawai Wisnu yang sekarang gemuk seperti badut kowawa,
dan Jaza yang giginya tinggal dua,
Nanda datang membawa parang, habis bunuh orang candanya.
Manggala istrinya dua. yang satu muda yang satu sudah tua.

kala itu kita bertemu di waktu dhuha,
ingin rasanya menghabiskan waktu sampai senja.
sampai malam dan menutup mata.

sajak ini untuk sahabat-sahabat sampai akhir hayat.

Yogyakarta, 27-03-2012
Sakti Aji N

Sunday, March 18, 2012

coscienza

seperti sebuah pertanda yang bercerita tentang dunia yang selama ini sirna. hilang, lalu terbang ditiup angin utara yang kebingungan mencari selatan. lalu kembali lagi ke utara.
samudra terlalu sempit untuk seorang anak kecil yang bermimpi untuk mengarunginya. dunia terlalu mengada-ada. mengada-ada apa yang seharusnya tak ada.
sekarang bukan saatnya meratapi nasib yang hilang seketika, atau nasib yang tenggelam dalam lautan penyamun yang haus akan wanita, selalu saja terdiam pada suatu masa dimana kekosongan itu terlihat nyata didepan mata.
anggur itu terlihat memerah, seperti memanggil-manggil untuk aku memetiknya, begitu sempurna sampai aku melihat sesuatu menggeliat didalamnya.

selamanya akan sirna, selamanya akan percuma. ketika angin utara menemukan selatan. lalu ia meniupkan rasa rindu atlantik ke antartik, begitu rindunya mereka. terkadang terbayang bagaimana cinta jerman barat kepada jerman timur lalu bagaimana rasa cinta itu meruntuhkan tembok berlin. begitu kuat hingga tak ada satu orang pun yang mampu melarangnya
sedikit gembira ketika semua yang tersisa hanyalah cinta. tak pernah tersisa rasa benci antar manusia dalam cakrawala diantara elegi asmara.

dunia kedewasaan selalu menghasut untuk masuk kedalamnya, tak pernah sekalipun ia meminta seorang anak kecil untuk terus tinggal di dalam tubuh rentanya. atau seorang balita tetap di dalam manula. ah, sepertinya itu yang banyak terjadi dewasa ini.
ibu selalu berkata bahwa cinta itu nyata, tetapi kadangkala cinta tak selamanya hadir ketika melodi asmara tak pernah mulai didendangkan. atau lamunan-lamunan tentang dua sejoli yang mengikat hati tak pernah ia rasakan.

selembar sketsa wajah yang selama ini tersimpan dalam lemari. selalu mengingatkan pada masa yang tak pernah kembali. masa itu pergi tanpa mengerti jika banyak orang ingin kembali kepadanya.
kehilangan masa itu seperti lupa menaruh permata, lalu menyesali tak terkira.

Kemarin

"Setiap orang diciptakan berbeda, pada sifat, pada hati, pada sikap, ataupun pada caranya berbuat. Pada caranya tersenyum, pada caranya tertawa, pada caranya terluka ataupun pada caranya tersenyum menyembunyikan luka. Semuanya berbeda"

Sunday, February 19, 2012

KLAKS #2 "Semu itu Kamu"

salam, :)
salamku kepada rindu yang terbelenggu dalam jemu cemburu.
cemburu kepada waktu yang tak bisa diganggu.
aku dan kamu diganggu waktu.

salam,
salamku kepada rasa yang tak bisa bicara.
tentang apa yang dinamakan suka? atau cinta? atau hanya diantara keduanya?
aku dijerat rasa dengan erat.

salam,
salamku kepada hujan yang menghidupkan.
ilalang yang hanya diam di pinggir jalan.
itu aku. aku hanya bisa diam dalam akan.
akan kuapa, akan diapa, akan kemana.

salam,
salamku kepada paham yang menuntunkan.
salam kepada semu yang menyilaukan.
semu itu, kamu.

maaf, jikalau ini tak jelas.
resapi maka kau akan mengerti, :)

Sakti Aji N. 19-02-2012

Saturday, February 18, 2012

Kepada Bapak Tua yang Teman-Temannya telah Renta


*“sakderenge wonten motor cino, kula dereng nate gembrobyos ngeten niki, Mas” .
“Nggih nopo, Pak? Lha pripun toh?” .
“Niki banipun campuranipun kekathahen. Dadose mboten lentur, karete pelit”
“oh, ngaten, pak?”
“Nggih, Mas. Lha kula sampun dolanan ngeten niki awit 74 tahun kepungkur dadose apal”*

Sejenak percakapan itu membimbing mataku untuk melihat-lihat lebih dekat apa yang terjadi pada tempat itu sejak 74 tahun yang lalu. Sembari mencurahkan isi hatinya, bapak itu melanjutkan pekerjaannya yang selama 74 tahun ini telah menghidupinya.
Melihat sekeliling, mencari sesuatu yang dapat membukukan sebuah kesimpulan untukku, dan akhirnya kutemukan. Kemungkinan besar tempat ini tak banyak berubah semenjak 74 tahun yang lalu, bersama dengan kehidupan sang Bapak yang kemungkinan besar juga tak berubah sejak dulu.
Ketika aku datang, aku melihatnya sendiri, hanya ditemani gending-gending jawa yang sayup-sayup keluar dari sebuah radio tua, dan disampingnya berjejer baterai yang dijemur dengan maksud agar baterai-baterai itu ‘hidup’ kembali. Namun, kesendirian itu tak terlihat dari raut wajah sang Bapak yang menganggap bahwa ia sudah ditemani. Ditemani sebuah radio tua, dan seperangkat alat yang telah renta.
Sambil menunggu, aku masih bersama “Perahu Kertas”-nya dee, di tanganku. Buku yang telah berulang kali kubaca namun tak pernah aku tak suka. Sambil membaca beberapa kisah tentang Kugy dan Keenan disana, pikiranku meluncur kemana-mana. Masih dengan pertanyaan dan sebuah keinginan bahwa aku harus pulang dengan mengambil sesuatu dari tempat ini, sesuatu tentang nilai-nilai kehidupan lagi-lagi.
Sejenak berpikir sambil memandangi api yang sedari tadi ia hidupkan untuk membuat karetnya lekat dan angin tak bisa keluar dari lubang sesempit lidi, akibat paku yang menancap tadi pagi.
Bapak ini istimewa, ia hidup dengan apa yang telah menjadi pilihannya dan tak pernah putus asa. Pilihan hidupnya sangat sederhana. Yang penting ia bisa mengisi perutnya setiap hari. Lalu menikmati hari demi hari dengan melakukan hal yang sama, menunggu pelanggan yang ban motornya naas seperti saya. Menunggu dengan ditemani radio tua dan seperangkat alat yang telah renta. Dan ia sebut mereka teman-temannya.
Sejenak tubuhku ikut merenungi apa yang nyata didepan mata. “Ini tentang jalan hidup yang kita pilih. Tentang apa yang hati inginkan dan hati tujukan. Bapak itu memilih jalan sederhana, namun hidupnya bahagia. Tak pernah merasa kekurangan karena ia selalu bersyukur. Aku terlalu manja untuk bisa mengerti hal-hal seperti itu. Namun kini disadarkan dengan jelas didepan mata”
Jogja, 1 Februari 2012. Sakti A.N
*”Sebelum ada motor china, saya belum pernah berkeringat seperti ini mas”
“Iya, Pak? Memangnya kenapa?”
“Ini bannya terlalu banyak campuran. Jadinya nggak lentur, karetnya pelit”
“Oh, gitu Pak?”
“Iya, Mas, saya sudah bermain seperti ini sejak 74 tahun yang lalu jadi hafal”*

Bapak Cepet Sembuh Ya...

#30harimenulissuratcinta
Teruntuk Bapak saya tercinta.

Bapak, Bapak cepet sembuh ya, biar bisa main panco sama diko. tapi bapak nggak boleh beneran, nanti diko kesakitan.
Bapak cepet sembuh ya, kalau bapak sembuh, diko janji ranking satu. kemarin kan baru ranking tiga puluh satu. Bapak seneng kan, kalau diko ranking satu?
Bapak cepet sembuh ya, biar diko nggak takut lagi ke kamar mandi. Biar kecoak-kecoak itu takut sama Bapak.
Bapak cepet sembuh ya, diko nggak tau bapak sakit apa, yang diko tau bapak cuma bisa tiduran di kasur aja. kata mama, Bapak nggak papa, sebentar lagi juga sembuh.
....
Diko semakin bingung, kenapa bapak sekarang dibisiki sama tetangga-tetangga, apa mereka membisiki bapak supaya cepet sembuh? diko cuma denger kalimat-kalimat yang biasa dipakai bapak waktu sholat.
Bapak cepet sembuh ya, diko belum bisa jaga mama sendirian, diko masih takut sama kecoak. nanti kalau mama dinakalin sama kecoak, diko nggak bisa nolong mama.
Bapak, bapak bisa denger diko kan? bisa tau apa yang diko pengen kan?
Diko nggak boleh ketemu bapak lagi kata mama. kata mama, bapak mau ketemu diko kalau diko udah punya banyak pahala. YES!! ASIIK!! mulai saat ini diko mau ngumpulin banyak pahala biar bisa ketemu sama bapak...

Dari Anak Bapak yang masih butuh pahala biar bisa ketemu Bapak.